Wisata Makassar: Jalan-Jalan Ke Trans Studio Makassar

Sudah lebih dari sebulan saya dan abang Q stay di Makassar sembari menunggu kelahiran si adik. Ya, bergotong-royong hanya saya dan abang Q yang tinggal disini, sementara daddy masih tetap tinggal di Kendari menuntaskan segala urusan sebelum ikut move on ke Makassar. Kebetulan, awal bulan Desember lalu, daddy ada acara di Makassar, yaahh sekalian menjenguk kami disini. Berhubung ada suami yang sanggup menemani kemana-mana, terlintaslah pikiran untuk berkunjung ke trans studio Makassar. Sebenarnya sih saya sudah sekian kali main kesini, tapi mumpung abang Q belum pernah main kesini, jadilah saya menentukan daerah ini untuk dijadikan daerah refreshing keluarga kecil kami.
Membawa anak ke wahana bermain memang tidak mudah, apalagi dibarengi dengan perut yang berisi insan hehe… Tapi alasannya ialah memang sudah sangat bosan di rumah, tetap deh si bumil kekeuh mau main kesana. 
  • Trans Studio Makassar.
  • Lokasi: Jalan Metro Tanjung Bunga
  • Harga Tiket Masuk : 200k beli di loket, 67k beli via traveloka.
Saat itu, kami tiba di hari Jumat, weekend. Awalnya kami mau beli tiket pribadi disana, tapi pas ada di depan loket, saya jadi kaget liat harga tiket masuknya yang tertulis 200rb rupiah. heheh padahal semalam saya sempat cek di Traveloka harganya hanya sekitar 60rb-an saja. Beruntung kuota masih ada, pribadi deh pesan via traveloka. Antrinya pun tidak harus di loket, tapi ada jalur khusus bagi pelanggan traveloka.
verifikasi tiket traveloka
Setelah tiket di verifikasi oleh petugas, kami pribadi dipersilahkan masuk oleh pertugas yang berjaga di pintunya. Sangat cepat dan mudah.
wajah senang sanggup lolos pintu masuk
Satu hal yang menjadi kesan pertama saya ketika memasuki studio ini, yaitu tidak ada perubahan. Terakhir kesini saya masih berstatus gadis, kira-kira 5 tahun kemudian dan sampai ketika ini wahananya itu-itu saja heheh. Harga tiket yang dibayarpun hanya termasuk 10 wahana, bila ingin bermain permainan lain, harus membayar 25rb rupiah per wahana. Berhubung yang termasuk HTM ialah permainan anak-anak, jadi saya dan suami ogah membayar untuk wahana lain. Cukup punya foto saja disini hehehe…
Rumah kaca
Satu hal yang paling berkesan. Saat itu suami saya ke masjid untuk menunaikan sholat Jumat, jadi saya tetapkan untuk masuk ke wahana rumah beling berdua saja dengan abang Q. Ya Allah, saya hampir nangis alasannya ialah tidak sanggup menemukan jalan keluar. Beruntung sesudah usang terputar-putar, sesudah kepala peniing dan anak sudah hampir nangis juga, saya mendengar bunyi orang lain di dalam sana. Jadilah saya mencari sumber suaranya dan alhamdulillah ketemu! Tidak usang mengekor, akhirya ketemu juga jalan keluar, lega rasanya hihihi…
Oh iya, trans studio membagi beberapa studionya, khusus permainan ekstreme, khusus anak-anak, khusus edukasi, dll Nah, masalahnya ini saya gak sempat foto. Dada sudah sesak banget, ditambah abang Q sudah ketakutan sama badut, hasilnya kami buru-buru keluar deh hihi…
Most of all, trans studio layak kok dijadikan tujuan wisata keluarga, di setiap koridor terdapat dingklik yang sanggup dipakai untuk rehat sejenak, bahkan bila harus rehat di lantainya pun saya rasa tidak duduk masalah alasannya ialah lantainya sangat bersih. Satu lagi, berhubung konsep trans studio ialah indoor alias di dalam ruangan, jadi tak perlu khawatir kepanasan apalagi bila harus gosong alasannya ialah bermain di siang bolong. Pokoknya adem deh…

Nah, gimana berdasarkan kalian? 
Baca Juga :  Wisata Gunung Puntang, Perkemahan Favorit Di Bandung