Wisata Bandung: Dusun Bambu

Setelah mencari tumpuan di google wacana wisata Bandung yang ramah anak, hasilnya saya menemukan salah satu blog yang mereferensikan dusun bambu. Saya mencoba menelusurinya, lokasinya berada di Jalan Kolonel Masturi KM 11, cisarua, lembang, Kab Bandung Barat. Jika memakai aplikasi uber, tinggal tulis di tujuan “dusun bambu”. Dari Sukajadi ke Dusun Bambu, dengan memakai jasa uber, saya harus mengeluarkan uang sebesar 60rb rupiah. Cukup murah, melihat perjalanannya yang jauh dengan jalan menanjak dan berkelok-kelok. 


Lokasinya yang begitu jauh dari perkotaan, menciptakan suasananya menjadi dambaan penduduk kota. Cuaca yang masbodoh alasannya berada di atas daratan, mengakibatkan daerah ini menjadi salah satu tujuan favorit jikalau ke Bandung. Biaya masuknya juga relatif murah yaitu 20rb rupiah dan sanggup ditukarkan dengan air mineral saat pulang nanti.
Ketika telah melewati loket pembayaran, kita diminta untuk naik ke atas kendaraan beroda empat yang akan mengantarkan kita ke bab sentra daerah ini. Sebenarnya kita juga sanggup berjalan kaki ke atas, tapi alasannya gres pertama kali tiba kesini dan jalanannya menanjak, jadi terasa sulit jikalau harus berjalan kaki terlebih saat membawa balita tanpa stroller
Supir kendaraan beroda empat akan menunggu penumpang lain gres akan berangkat. Ketika berangkat, disepanjang jalan terdapat pemandangan yang luar biasa indahnya, ada begitu banyak pohon dan terdapat satu spot dimana terhampar rumput sintetis. Orang-orang diperobolehkan masuk tapi harus melepaskan ganjal kaki (saya lupa ambil gambarnya)


Foto: dokumentasi pribadi
Jika sudah melihat penanda bambu-bambu menyerupai di atas, berarti kita sudah tiba di pemberhentian terakhir kendaraan beroda empat angkutan dalam dusun bambu. Jika diperhatikan secara detail, susunan bambu-bambu ini sangat kompleks loh, bab dalamnya bukan ruang hampa bambu, semuanya terisi bambu dan dipondasi dengan bambu juga. Keren ya!

Rumah Bambu di Atas Danau

Ada satu spot yang selalu dijadikan foto andalan saat bermain di dusun bambu, yaitu spot foto dengan latar belakang rumah di atas danau. Ternyata rumah-rumah yang berjejer yaitu daerah makan yang sanggup disewa oleh pengunjung, sudah plus dengan bahtera yang sanggup digunakan mengelilingi danau yang dipenuhi dengan ikan koi.

Jika tidak ingin makan di rumah tersebut, tapi ingin berperahu ria, boleh kok.. Cukup membayar 10rb rupiah per orangnya. Kita sudah sanggup dinatar oleh petugasnya mengelilingi danau sebanayk 2x, sudah sanggup berpose anggun pula di atas perahu. Ingat ya untuk tidak bergerak terlalu banyak saat di atas perahu, takut kebalik perahunya 😀
Foto di atas perahu
Baca Juga :  Tempat Wisata Curug Sang Hyang Taraje Garut
Dari Jauh, inilah lokasi fotonya

Naik Kuda di Dusun Bambu

Sebenarnya, sebelum kesini, saya ingin membawa anak saya ke de’ranch, berhubung waktu di Jendela Alam anak saya tidak sanggup naik kuda. Tetapi sehabis menyusuri dusun bambu, ternyata ada juga wahana berkudanya. Untuk menikmati berjalan-jalan dengan menunggangi kuda, dikenakan biaya 35rb rupiah per orangnya. Kebetulan waktu itu suami saya memakai kuda yang sama dengan anak saya, meski begitu bayarannya tetap sama, 35rb per orang, sudah termasuk bapak-bapak yang mendampingi. Waktu itu ada dua orang yang mendampingi.
Awalnya takut, tapi lama-lama jadi suka

Bermain Dengan Kelinci

Entah kenapa ya, di setiap daerah wisata Bandung yang ramah anak, niscaya ada rumah kelincinya. Begitu juga dengan dusun bambu, terdapat spot rumah kelinci dimana terdapat begitu banyak spesies kelinci. Tempatnya unik, sanggup digunakan berfoto dan sangat ramah instagram loh. Untuk masuk ke spot ini dikenakan biaya sebesar 35rb rupiah per orang. Disebelah rumah kelinci ada juga spot bermain anak, dengan tarif 45rb per orang untuk biaya masuknya. Berhubung waktu itu sedang panas-panasnya (tempat bermain ada dibagian atas jadi kena matahari, sementara rumah kelinci bab bawah jadi tertutup dari matahari), jadi saya tidak mengajak anak saya masuk ke daerah bermainnya.

Sangkar Burung Raksasa

Pernah dengar ada kandang burung raksasa di dusun bambu? Sebenarnya sama halnya dengan ruma-rumahan bambu di tengah danau, daerah ini yaitu ruang makan yang sanggup disewa per jam. Bentuknya memang menyerupai kandang burung dan berada di bab atas jalan utama. Jika tidak ingin menyewanya, hening saja kita tetap sanggup naik ke atas dan berfoto (tapi dilarang masuk ya ke sangkarnya) di sepanjang koridor yang terbuat dari besi.

Fasilitas Untuk Orang Tua dan Cacat

Jika ingin membawa keluarga yang sudah tua, ataupun (maaf) cacat. Tenang saja, di dusun bambu disediakan kemudahan bangku roda untuk orang yang membutuhkan. Jalanan yang mendukung juga memungkinkan kita mendorong kerabat kita dengan bangku roda yang disediakan. Bahkan untuk anak yang masih memakai stroller juga bisa. Lingkungan dusun bambu yang semuanya masih gres dan terawat sangat memungkinkan roda stroller berputar tanpa adanya halangan.

Kantin dan Toko Oleh-Oleh

Jika lapar sehabis berkelana menyusuri dusun bambu, hening saja. Disana ada kantin kok dan tentunya juga tersedia toko oleh-oleh. Akan tetapi saat saya cek, toko oleh-olehnya tidak mengecewakan mahal jikalau dibandingkan dengan harga di Bandung. Mending beli di Bandung deh kalo camilannya, kecuali mungkin jikalau ingin membeli buah tangan yang ada goresan pena dusun bambunya, boleh deh disini. Untuk menikmati makanan di kantinnya, kita harus membeli vouchernya dulu. Kaprikornus kita belanjanya gak pake uang cash tapi memakai voucher (lupa saya foto). Jika voucher tidak habis digunakan, hening saya sanggup di kembalikan kok dananya 😀

Nah, sekian perjalan saya di dusun bambu. Tertarik berkunjung? Siapkan uang cash ya, soalnya disana gak ada ATM dan saran saya gunakan kendaraan beroda empat rental, soalnya pas pulang saya usang banget order uber dan grab tapi tidak ketemu-ketemu, setengah jam berlalu gres ketemu. Soalnya disini terpencil banget lokasinya, sangat jarang ada driver grab dan uber yang berkeliaran di sekitar sini.
Semoga goresan pena saya membantu ya..