Menjadi Inspirasi, Ibu Rumah Tangga Juga Bisa

Foto: kiriman guru
Siang tadi, saya mendapatkan pesan melalui facebook dari gurunda digital marketing saya. Beliau memohon izin padaku semoga profil saya sanggup ditampilkan dalam slide presentasi ia berkaitan dengan digital marketing. Saya dikirimi gambar ini oleh beliau. Sebelumnya saya juga pernah diajak jadi narasumber penjual di shopee yang setidaknya sanggup menjadi wangsit bagi para newbie. Sebenarnya saya pun masih newbie sih dalam dunia digital marketing. 
Singkat cerita, sehabis mendapatkan kabar ini, tentu saya begitu tersanjung. Bukan apanya ya, bersama-sama ini belum sanggup disebut prestasi, masih banyak mitra seprofesi yang mempunyai level jauh di atas saya dan belum terekspose. Namun melihat chattingan dari gurunda bahwa saya dijadikan materi wangsit bagi adik-adik mahasiswa, saya jadi agak ehem gimana gitu, bahagia. 
Padahal, saya ini hanya ibu rumah tangga yang kerjaannya hanya dasteran loh di rumah. Bahkan pernah saya disindir oleh sobat kuliah saya di Magister Manajemen mengenai status saya sebagai ibu rumah tangga yang “katanya” hanya duduk manja di rumah menerima duit dari suami ☺ Secara ya, kawan-kawan sekelas pada bekerja dan beberapa memang mempunyai jabatan di kantornya. Mereka menyindir saya mungkin sebab kok repot-repot melanjutkan S2 sementara “hanya” ibu rumah tangga. Sungguh fatwa primitif ya.
Waktu itu, posisi saya sudah mempunyai usaha sebenarnya. Saya menjual produk beauty water dari Kangen Water dan memproduksinya sendiri, sampai dikala ini bahkan usaha itu masih berjalan namun kini lebih fokus mencari reseller daripada menjual secara retail. Kala itu, saya sanggup mendapatkan uang dari hasil penjualan sebesar 8-9jt per bulan. Lelah? ya banget lah.. soalnya semua dilakukan sendiri, pesan botol spray sendiri, jualan sendiri, take order sendiri dan melaksanakan pengiriman juga sendiri. 
Beberapa waktu kemudian saya mencoba move on dari kondisi yang mengekang saya itu, Saya berguru cara dropship dan alhamdulillah jadinya sanggup ibarat itu, oh iya itu hanya hasil dari 1 toko ya. Sebenarnya saya ada 3 toko dropship yang saya kelola seorang diri tanpa adanya admin yang membantu, tapi alhamdulillah masih tetap sanggup jalan-jalan, masih tetap sanggup urusin suami dan anak, dan masih tetap sanggup masak.
Semuanya sebab Allah, saya sanggup begini. Padahal ya, dulu, dulu banget saya pernah mencicipi pedihnya hidup sebab kondisi finansial yang lagi terpuruk. Mengetahui hal bahwa saya dijadikan materi wangsit bagi orang lain, saya sungguh tersentuh, terharu, mengingat usaha 4 tahun terakhir sebagai ibu rumah tangga yang memulai semuanya dari mines.
Terakhir, saya berharap sih semua ibu rumah tangga di Indonesia semoga tidak patah semangat meski banyak pihak yang menjadi polusi hidup, Langkah apapun yang kau ambil dalam perjalananmu, asal suami ridho dan Tuhan juga ridho, maka lanjutkan. Tak perlu risau dengan sindiran orang lain yang menyampaikan kau “hanya ibu rumah tangga”.
Baca Juga :  Memilih Dokter Seorang Jago Kandungan Di Kendari