Wisata Bandung: Jendela Alam

Hari itu gotong royong saya ingin ke Jendela Alam bersama suami, namun sayang suami lagi ada kerjaan dan tidak memungkinkan untuk pergi bersama. Daripada bosan menunggu di kamar hotel, saya memberanikan diri menuju Jendela Alam bersama anak saya. Kami berkendara memakai grab car, dari sukajadi ke jendela alam kira-kira mengeluarkan biaya sekitar 60rban rupiah. Cukup murah, daripada naik taxi πŸ˜€

Satu hal yang menjadi kesan pertama saya ketika masuk di wisata ini, kecil dan biasa saja. Saya hampir merasa menyesal loh ketika masuk di jendela alam. Saat itu kebetulan lagi ada tour beberapa kelompok anak TK, jadi situasinya cukup ramai. Untuk masuk ke jendela alam, kita dikenakan biaya 15rb rupiah per orang, cukup murah. Kasir yang melayani hari itu menyampaikan bahwa arena yang dibuka hanya ada 3, yaitu animal feeding, kolam renang dan kereta api. Nah, jadi biaya 15rb itu hanya untuk berkeliling saja ya di area jendela alamnya, bukan untuk menikmati semua kemudahan seperti, trampolin, naik kuda poni, dll. Untuk menikmati kemudahan itu ya dikenakan biaya per wahana.

Mengingat anak saya sangat senang ketika diajak memberi makan ternak di lactasari diary farm, otomatis saya eksklusif membeli tiket untuk animal feeding yang dipatok 20rb rupiah. Oleh kasir kami disuruh masuk dan menunggu pendamping. Kaprikornus 20rb rupiah ini sudah termasuk pendamping, memetik sayuran sendiri dan mencucinya kemudian memberi makan pada ternak.

Gelang penanda masuk jendela alam

Setelah membersihkan sayuran, kangkung dan wortel, pendamping mulai mengarahkan anak saya menuju binatang ternak yang akan diberi makan. Pertama dimulai dengan memberi makan rusa. Si mbak pendamping menyampaikan bahwa tanduk rusa jantan akan di tumpulkan biar tidak melukai pengunjung yang memberi makan, dan ternyata tanduk tersebut akan lepas dengan sendirinya ketika datang demam isu kawin, biar si rusa betina tidak tertusuk oleh tanduk si jantan, aww… Oh iya, perkenalkan nama rusa jantan ini ruru. Ciyeee ruru lagi dikasih makan sama Qifaya. Oh iya, rusa ini tampaknya sudah sangat terbiasa dengan kunjungan manusia. Buktinya ia memang mendekat ketika kami bangun di luar pagar, lapar ya ruru? πŸ˜€
Setelah rusa, kami menuju ke sangkar kelinci dan marmut, disana tidak mengecewakan banyak jenis kelinci dan marmut. ihh anak saya berani ya sedekat itu sama marmutnya, saya mah takuttt….. Kelinci disana ukurannya gak tanggung-tanggung besarnya, kayak kuciing, meoong… Apa mungkin alasannya keseringan dikasih makan kali ya hingga badannya segede itu, masya Allah.

Memberi makan sapi
Baca Juga :  Wisata Pantai Gatra - Surganya Destinasi Wisata Alam Laut Yang Begitu Menakjubkan

Setelah kelinci, kami menuju sangkar sapi perah yang warnanya hitam putih itu loh kayak diiklan susu πŸ˜€ Lagi-lagi anak saya benar-benar masya Allah beraninya luar biasa, saya sendiri takut dekat-dekat. Untunglah ada mbak pendamping yang selalu sigap menjaga anak kalo ia terlalu akrab atau ada gejala ancaman πŸ˜€ Oh iya, gres disini loh saya lihat sapi dikasih makan begini, lidahnya duluan yang keluar memanjang, lucu, anak saya hingga sering menggandakan gaya makan sapi ini yang lidahnya keluar duluan ambil makanannya. Sapi disini juga gemuk-gemuk, sepenglihatan saya ada tiga ekor sapi disana dan semuanya bewarna hitam putih, anggun dan higienis serta bersuara moo… πŸ˜€

Setelah memberi makan sapi, kami menuju sangkar kambing dan kuda poni. Sebenarnya sih ada banyak sangkar yang kami lewati ketika memberi makan binatang ternak, tapi yah binatang yang kami kasih makan ya hanya binatang yang makan sayuran saja, burung, ayam, reptil dll yang tidak makan sayuran ya di skip sama mbaknya.

Spesies kambing di daerah ini cukup banyak, mulai dari lokal hingga kambing bule, halah.. saya lupa nama spesiesnya apa. Lucu banget kambing-kambingnya terlihat sangat kelaparan atau emang dasar rakus ya, mereka saling berebut ingin dikasih makan sama Qifaya. Belum lagi ada yang hingga menyeruduk mitra sendiri untuk makan, rasanya persis dengan situasi di negeri kita ya πŸ˜€

Kuda poni yang hanya ada dua ekor kala itu (soalnya yang lain pada istirahat dan ada juga yang lagi ditunggangi sama belum dewasa TK), ternyata murah senyum ya. Tiap dikasih makan sama Qifaya selalu menampakkan gigi-giginya kolam abis pake behel, rapi beneerr tapi sayang kotor πŸ˜€ mbak nya hingga bilang sama Qifaya kalo malas sikat gigi, nanti giginya bakal kayak poni πŸ˜€

Nah, dengan selesainya memberi makan kambing dan kuda poni yang kandangnya bersebelahan, tamat juga tur yang diberikan oleh mbaknya, anak disuruh basuh tangan pake sabun, abis itu mbaknya pamitan dan kita boleh deh keliling sendiri di kompleks jendela alam itu. Untuk menengok ulang binatangnya juga boleh tapi gak dikasih makan lagi. Anak saya tiba-tiba cemberut pas sesi animal feedingnya usai πŸ˜€

Setelah memberi makan hewan, rasanya saya puas banget deh.. sangkaan awal saya perihal daerah ini jadi sirna. Jendela alam ini benar-benar ramah anak dan sanggup jadi sarana bermain sambil mencar ilmu bagi anak-anak. Saya kemudian melanjutkan berkeliling dengan anak saya, disana terdapat arena bermain anak juga loh dan bebas dimainkan oleh anak-anak.

Arena bermain anak
Baca Juga :  Pantai Bajol Mati - Panorama Alam Laut Yang Sangat Indah Dan Memiliki Sejarah Kebudayaan

Di sebelah arena ini terdapat kolam renang yang sanggup dimainkan dengan membeli tiket masuk terlebih dahulu, kalo gak salah 20rb-25rb rupiah. Karena ketika itu lagi ada tour belum dewasa TK, arena bermainnya jadi sangat padat. Oh iya, kalau kelaparan tak perlu khawatir alasannya disana juga terdapat 2 kantin yang sanggup jadi daerah duduk anggun kita sambil menikmati sekeliling. Ingat ya, gak boleh bawa kuliner dari luar kalau ingin masuk ke daerah ini πŸ˜€

Ketika menyisir daerah ini, saya menemukan lokasi outbond mini untuk cukup umur dan anak, berada di sisi kanan pintu masuk. Tapi entah kenapa lagi sepi banget, jadi takut lama-lama di sisi itu πŸ˜€

Setelah duduk anggun di kantin makan yogurt dingin, alasannya jam sudah menyampaikan hampir pukul 13, saya memutuskan untuk keluar dan menuju ke Farm House yang lokasinya juga berada di Lembang.

Sampai disini dulu goresan pena saya mengenai jendela alam di lembang, semoga menjadi ide bagi para orang renta untuk mengajak anaknya berwisata sekaligus mencar ilmu di jendela alam ini.