Kuliner Makassar: Nikmatnya Coto Nusantara

Menghabiskan waktu di Kota Makassar, rasanya tidak afdol jikalau tidak mencoba masakan khas daerahnya, coto Makassar. Makanan yang satu ini memang menjadi andalanku jikalau harus disandingkan dengan saudara seperguruannya, sop saudara dan konro. Saya menduga mungkin alasannya semenjak kecil orang renta aku suka sekali mengajak makan masakan yang satu ini setiap final pekan. Waktu itu, aku bisa menghabiskan 2 mangkok coto dan 6 ketupat. Kalau sekarang, hanya 1 mangkok dan max 3 ketupat kecil (diet yang tak tepat alias gagal).

Nah, kemarin, sepulang dari Benteng Rotterdam, alasannya jaraknya tidak begitu jauh, aku memutuskan untuk mampir di rumah makan coto yang populer itu, coto nusantara yang letaknya berada di jalan nusantara Makassar. Seperti biasa, alasannya terkenal, warung ini ramai pengunjung. Sebenarnya sih, coto nusantara (setau saya) mempunyai 2 cabang, satu di jalan nusantara dan satu lagi di samping kantor cabanh utama BPD Sulselbar (dulu pernah kerja disana, tiap istirahat makan disitu hingga jadi gemuk).

Coto nusantara
Untuk rasa, jangan ditanya lagi deh.. Rasanya mantap yang paling aku sukai dari coto ini yaitu sambalnya yang terbuat dari materi dasar tauco. Benar-benar pasangan harmonis dengan coto khas Makassar ini. Hanya saja, kemarin sebelum menambahkan sambal, aku terlanjur menambahkan garam di mangkok saya, sehabis tambah sambal lagi, hasilnya keasinan. Saya menduga, kuah coto sengaja dikasih minim garam alasannya di dalam sambalnya sudah ada garam yang tidak mengecewakan bisa menciptakan rasa cotonya pas di lidah. Akhirnya aku mengambil sebagian kuah coto anak aku yang memesan hanya 1/2 porsi saja.

Untuk harga, kita harus merogoh kocek 20rb rupiah per mangkok, dan 10rb rupiah untuk setengah mangkok. Ketupat seharga 1rb rupiah per pcs, serta free teh tawar. Harga yang sudah sepantasnya menurutku sih, dengan jumlah daging yang berada di dalam mangkoknya.

Baca Juga :  Martabak Bandung Yang Wajib Anda Coba

Oh iya, maaf saja ya isi mangkok aku daging semua, soalnya aku sama sekali gak makan jeroan. Untuk isi dari coto itu sendiri, kita bisa request pada pelayan, diadaptasi dengan harapan kita. Asal jangan minta sate ya.

Selamat makaan….